Sore ini sehabis beli air mineral galon di mini market, si eLJot ngambek lagi gak mau distarter. Padahal habis menempuh perjalanan sejam lebih. Tidak sebentar seperti di posting ini. Apakah harus menunggu sejam lagi baru bisa jalan? Teringat postingan di internet, saya langsung beli air mineral dingin untuk mengompres coil dengan kain basah. Setelah menunggu kira-kira 15 menit sampai coil terasa tidak panas lagi, dicoba lagi starter masih tidak bisa. Ah kurang lama kali kompresnya, pikirku. Iseng-iseng mencari posisi dinamo starter alias dinamo motor, asli gak tahu dinamo starter itu di mana posisinya. Ternyata ketemu juga setelah mencocokkan gambar dinamo starter yang didapat di internet. Aha ini dia yang namanya dinamo starter, meskipun kelihatannya kok lebih besar dari yg kubayangkan. Ha! Dicek mur di starter seluloid ada yang kendor satu. Setelah dikencangkan dengan obeng plus, langsung terpikir sepertinya bisa distarter sekarang. Benar juga, begitu distarter mesin langsung nyala!
Showing posts with label service. Show all posts
Showing posts with label service. Show all posts
February 22, 2011
February 20, 2011
eLJot Ngambek Gak Mau Distarter
Suatu sore masuk bengkel untuk cek kaki-kaki depan dan benerin rem. Bunyi tek-tek-tek di roda depan kiri dan rem yang harus dipompa (ngocok) dua kali baru berfungsi mengharuskan si eLJot dibawa ke bengkel. Awalnya saya lihat bengkel per di pinggir jalan yang saya lihat beberapa jimny pernah masuk situ. Akhirnya masuk situ dan tanya montirnya. Roda depan kiri saya bunyi aneh seperti ada baut yang lepas, padahal sudah saya cek sendiri gak ada baut2 yang kendor di roda tapi bunyinya ramai sekali kalau berjalan lambat. Sambil dia cek ke kolong mobil saya tanya apakah ini bengkel Kang G**** yang sering dibicarakan di milis Jimny. Oh itu mah di sebelah mas, katanya. Haha.. salah duga saya. Tapi sudah terlanjur ya ga apa-apa dicek. Utak-atik di bagian bawah mesin, melepas dan mengencangkan kembali baut-baut di bawah, goyang-goyang ban, ternyata stir menyenggol mesin ketika dibelokkan ke kanan sehingga mesin dekat transmisi bergeser. Waduh kok bisa begitu ya.
January 10, 2011
Tune In dengan eLJot | Catatan Perjalanan III
Bukan menundukkan tetapi tune in dengan eLJot membuat mobil tua buatan tahun 1981 ini bersahabat dengan yang mengendarainya. Mesin yang masih terdengar bagus bunyinya dan tidak ada kendala serius yang berarti selama perjalanan jauh, membuat saya berterima kasih pada si eLJot. Langsunglah saya bawa ke bengkel untuk diservis. Ganti oli di bengkel berasuransi Hanggar, ternyata primitif sekali caranya dibanding bengkel di Solo. Pake pompa bikinan tangan untuk memompa oli ke gardan dan transmisi. Perbaiki rem tangan di tempat yang sama cukup efektif pengerjaannya. Perbaikan rem tromol di ke empat roda di bengkel resmi Suzuki jauh dari profesional dan sangat mengecewakan hasilnya dibanding harga yang harus dibayar. Dengan pengerjaan lebih dari 8 jam, mengganti 2 kanvas rem dan bleeding (buang angin), tidak ada perubahan yang signifikan di sistem pengereman. Masih tetap harus dikocok dulu. Pihak bengkel menyarankan besok datang lagi untuk cek master rem dan tune-up mesin. Dalam hati saya sudah memutuskan tidak akan datang ke situ lagi. Selang beberapa hari di telpon pihak bengkel Suzuki, saya langsung menyampaikan cara kerja amatiran dari bengkel. Pendapat ini saya kemukakan bukan tanpa alasan. Ngobrol-ngobrol dengan montirnya ternyata baru lulus sekolah mesin setahun yang lalu dan belum banyak pengalaman. Alat-alat yang dipakai pun tidak lebih istimewa dari bengkel pinggir jalan. Dari apa yang terlihat dan dari hasil service, tidak ada perubahan sedikitpun atas masalah sistem pengereman!
Subscribe to:
Posts (Atom)