March 13, 2015

Mutasi & Rapel Pajak LJ80 4 tahun (I)

Mengingat TNKB (Tanda Nomor Kendaraaan Bermotor) alias nopol akan expired di 3-2015 mau tak mau harus memperbarui STNK 5 tahunan di Samsat. Cek di http://dppad.jatengprov.go.id/?page_id=226  dulu utk melihat data terakhir si eljot di Samsat. Dan... saudara-saudara tertulis tanggal jatuh tempo: 16-03-2011 dgn PKB sebesar Rp.330.000. Alias sudah hampir 4 tahun pajak tak dibayar! Lha gimana tho? Uang pajak itu buat apa sih? Mbuh ra mudeng aku. Jalanan raya tetep ga halus2 sehalus sirkuit F1 Monaco. Polisi2 rekening gendut yo gendut2, polisi rekening kurus yo kurus2. Eh...

Singkat kata segera meluncur ke Samsat Surakarta untuk mutasi sekalian ben urusane lancar. Seumur hidup baru sekali ini datang sendiri ke Samsat utk urusan administrasi. Untuk melihat reformasi birokrasi itu mahkluk seperti apa sih. 11/03/2015 jam 10 tet sampai di Samsat. Parkir Eljot persis di samping pintu masuk kantor Samsat. "Bisa dibantu mas?", seorang anak muda berpakaian preman dengan logat Solo yg kental menghampiri. "Nggak mas, mau urus sendiri ini", langsung kujawab. "Ke sana mas ambil formulir terus cek fisik", serunya seolah tahu apa yg ingin saya lakukan sambil menunjukkan jarinya ke arah loket di luar dekat parkiran. "Oh terimakasih, mas", ucapku. Sampai di loket yg ditunjukkan, seorang petugas muda berseragam kemeja putih dengan sigap bertanya, "Mau apa, mas?" "Mau mutasi, mas" "Mutasi keluar atau masuk?" "Mutasi masuk,pak", jawabku spontan. "Eh maksudnya mutasi keluar, mau pindah kota", kukoreksi. STNK, BPKB, KTP asli (KTP-ku ya, bukan KTP a.n. yg ada di STNK), kuitansi jual beli kuserahkan semua. Cuman itu thoktil. Tak lama formulir data (entah apa namanya SPOD?) dgn data yg sudah terprint-out diberikan, juga blanko cek fisik kendaraan. What? Mata langsung tertuju pada jumlah tagihan pajak + denda yg harus dibayarkan. Deng.. deng! Langsung nangis guling2 *lebaymodeon. Tapi yg menyenangkan di loket ini tidak dipungut biaya liar (pungli) sepeser pun! Silakan ke loket cek fisik mas ya. "Terimakasih, mas", seruku.

August 05, 2011

Disk Brake vs Drum Brake (Rem Tromol)

Merubah rem tromol standar eLJot bisa jadi merupakan pilihan yang sering dilakukan pengendara Jimny Jangkrik. Tapi sebelum memutuskan, apakah perlu seperti itu?
Fungsi rem di kendaraan tak pelak lagi vital untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara. Rem merubah energi gerak menjadi energi panas. Faktor panas inilah letak kelebihan dan kekurangan masing2 sistem rem. Disk brake relatif cepat menetralisir panas krn sistem remnya terletak di luar, terekspose dengan udara terbuka sehingga panas cepat menghilang. Drum brake aka rem tromol berada di dalam sehingga panas relatif lambat hilang. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah friksi, daya resistensi kendaraan. Seberapa cepat kendaraan dapat berhenti kala bergerak. Faktor ini bergantung pada berat kendaraan, kekuatan rem, dan lebar permukaan rem. Semua faktor ini harus diperhitungkan untuk menerapkan sistem pengereman mana yang efektif.
Jika kendaraan dipakai untuk turun gunung dengan beban yang sangat berat atau untuk race balapan, sistem rem disk tentu menjadi pilihan yang perlu. Tapi jika kendaraan ringan (Light Jeep) dipakai secara normal untuk keperluan berkendara sehari-hari, sistem rem drum brake yang sudah ada relatif sudah cukup memadai. Jadi yang mana yang dipilih?

March 23, 2011

Power Steering

Pasang power steering dong! Begitu celetukan orang ketika saya parkir. Memang bermanuver pada saat diam atau kecepatan rendah dengan eLJot tidak semudah dengan mobil masa kini. Tapi apakah power steering perlu?

Menyimak dari sejarahnya, power steering digunakan pada truk dan kendaraan militer yang memiliki bobot yang berat. Lantas kenapa tidak hanya truk, semua mobil masa kini menggunakan power steering? Massa kendaraan yang lebih besar, roda yang lebih lebar sudah menjadi ciri mobil masa kini. Dengan power steering kekuatan menyetir terbantu. Tapi untuk kendaraan dengan bobot kurang dari 1 ton seperti si eLJot, menggunakan power steering tentulah merupakan kemewahan yang tidak perlu.

“Murah kok pasang power steering”, kata orang bengkel. Cuma 2jt-an saja.

March 07, 2011

Mobil Tanpa AC, Mengapa Tidak?

Menggunakan mobil tanpa AC di jaman global warming seperti ini memberikan tantangan tersendiri. Lebih menantang lagi karena karakter si eLJot yang menghasilkan panas dari bagian transmisi yang langsung menyebarkan panas ke kabin depan. Jadi sumber panas bisa berasal dari luar mobil dan dalam mobil. Yang pertama bisa diatasi secara alamiah karena beruntung berada di daerah yang relatif memiliki curah hujan yang tinggi. Yang kedua perlu putar otak untuk mengatasinya.

February 22, 2011

Resep eLJot Sulit Distarter

Sore ini sehabis beli air mineral galon di mini market, si eLJot ngambek lagi gak mau distarter. Padahal habis menempuh perjalanan sejam lebih. Tidak sebentar seperti di posting ini. Apakah harus menunggu sejam lagi baru bisa jalan? Teringat postingan di internet, saya langsung beli air mineral dingin untuk mengompres coil dengan kain basah. Setelah menunggu kira-kira 15 menit sampai coil terasa tidak panas lagi, dicoba lagi starter masih tidak bisa. Ah kurang lama kali kompresnya, pikirku. Iseng-iseng mencari posisi dinamo starter alias dinamo motor, asli gak tahu dinamo starter itu di mana posisinya. Ternyata ketemu juga setelah mencocokkan gambar dinamo starter yang didapat di internet. Aha ini dia yang namanya dinamo starter, meskipun kelihatannya kok lebih besar dari yg kubayangkan. Ha! Dicek mur di starter seluloid ada yang kendor satu. Setelah dikencangkan dengan obeng plus, langsung terpikir sepertinya bisa distarter sekarang. Benar juga, begitu distarter mesin langsung nyala!

February 20, 2011

eLJot Ngambek Gak Mau Distarter

Suatu sore masuk bengkel untuk cek kaki-kaki depan dan benerin rem. Bunyi tek-tek-tek di roda depan kiri dan rem yang harus dipompa (ngocok) dua kali baru berfungsi mengharuskan si eLJot dibawa ke bengkel. Awalnya saya lihat bengkel per di pinggir jalan yang saya lihat beberapa jimny pernah masuk situ. Akhirnya masuk situ dan tanya montirnya. Roda depan kiri saya bunyi aneh seperti ada baut yang lepas, padahal sudah saya cek sendiri gak ada baut2 yang kendor di roda tapi bunyinya ramai sekali kalau berjalan lambat. Sambil dia cek ke kolong mobil saya tanya apakah ini bengkel Kang G**** yang sering dibicarakan di milis Jimny. Oh itu mah di sebelah mas, katanya. Haha.. salah duga saya. Tapi sudah terlanjur ya ga apa-apa dicek. Utak-atik di bagian bawah mesin, melepas dan mengencangkan kembali baut-baut di bawah, goyang-goyang ban, ternyata stir menyenggol mesin ketika dibelokkan ke kanan sehingga mesin dekat transmisi bergeser. Waduh kok bisa begitu ya.

February 18, 2011

Memasang Audio Rakitan di eLJot

Terinspirasi melihat sebuah angkot dengan audio cuma bermodalkan CDROM bekas, mengapa tidak dipasang juga audio serupa di eLJot supaya ada lagu yang menemani sambil nyetir. Tanya kawan saya yang mengerti tentang elektronika, simpel saja cara kerjanya. Tinggal butuh konverter arus 12v jadi 5v dan amplifier. Sudah deh koleksi CD jadul Lobo, John Denver, Shirley Baset, Betty Roche sampai modern celtic Chloe Agnew bisa diputar menemani perjalanan. Speakernya? Pake speaker standar bekas komputer. Hahahah... What a life!